junta-myanmar_1.jpg

Kanada, AS, Uni Eropa prihatin soal kekerasan di Myanmar

Kanada, Amerika Serikat, dan Uni Eropa telah mengecam dengan keras kekerasan yang terjadi di Myanmar. Mereka menyatakan keprihatinan mereka terhadap situasi yang semakin memburuk di negara tersebut.

Sejak kudeta militer yang terjadi pada bulan Februari lalu, kekerasan di Myanmar semakin meningkat. Pasukan keamanan Myanmar telah menggunakan kekerasan yang tidak manusiawi terhadap para demonstran yang menentang kudeta tersebut. Ribuan orang telah tewas dan masih banyak lagi yang mengalami luka-luka akibat tindakan kekerasan tersebut.

Kanada, Amerika Serikat, dan Uni Eropa menyerukan kepada pihak militer Myanmar untuk segera menghentikan kekerasan dan menghormati hak asasi manusia. Mereka juga menuntut agar para pelaku kekerasan diadili dan bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Selain itu, Kanada, Amerika Serikat, dan Uni Eropa juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan dalam menangani situasi di Myanmar. Mereka menekankan pentingnya upaya untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di negara tersebut.

Keprihatinan yang ditunjukkan oleh Kanada, Amerika Serikat, dan Uni Eropa ini menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung demokrasi dan hak asasi manusia di seluruh dunia. Mereka berharap agar situasi di Myanmar segera mereda dan rakyat dapat hidup dalam kedamaian dan kebebasan.

Tags: No tags

Comments are closed.